BUSINESS OPPORTUNITY   /   SUCCESS STORIES DETAILS
Siapa
sangka sosok ini masih muda, energik, mempunyai segudang teman, rendah hati
itulah Philip , panggilannya dan masih mau menjalankan bisnis kecantikan.
Kata beliau sebelum saya menjalankan bisnis kecantikan DSL sebenarnya saya
sudah menekuni bisnis percetakan dan rumah makan. Berhubung didukung istri
tercinta akhirnya saya mulai. Pada awalnya waktu mulai terjun di bisnis DSL ini
rasanya berat karena saya orang laki laki yang kadang tidak peduli dengan
merawat wajah akhirnya saya coba memperkenalkan ke teman teman terdekat
ternyata kok ada hasilnya, saya jadi mulai semangat.
Dengan
banyak buat janji, adakan pertemuan, presentasi produk dan systemnya lama lama
banyak juga yang beli dan memakai produk. Dari yang sudah pakai dan ada
hasilnya mereka kebanyakan menanyakan bagaimana cara bisnisnya, akhirnya memicu
saya untuk semakin belajar lebih dalam tentang produk dan systemnya. Bisnis ini
dibutuhkan kemandirian untuk menghandle klien – klien yang memakai produk DSL.
Ada tantangan tersendiri dalam menjalankan bisnis DSL ini ada suka dan dukanya.
Sukanya saat pemakai kulitnya jadi bagus dan kinclong. Dukanya ada menangani
klien yang tidak sabar akan pemakaian produk, tetapi bagi saya ini tantangan
tersendiri dalam menjalankan bisnis DSL.
Dari
situ saya awal mula saya menjadi semangat dan ingin tahu tentang produk juga
cara pemasarannya lebih mendalam lagi akhirnya saya komit untuk menjadi
business builder di PT. DSI .
Wirausaha
Siapa
sangka sosok ini masih muda, energik, mempunyai segudang teman, rendah hati
itulah Philip , panggilannya dan masih mau menjalankan bisnis kecantikan.
Kata beliau sebelum saya menjalankan bisnis kecantikan DSL sebenarnya saya
sudah menekuni bisnis percetakan dan rumah makan. Berhubung didukung istri
tercinta akhirnya saya mulai. Pada awalnya waktu mulai terjun di bisnis DSL ini
rasanya berat karena saya orang laki laki yang kadang tidak peduli dengan
merawat wajah akhirnya saya coba memperkenalkan ke teman teman terdekat
ternyata kok ada hasilnya, saya jadi mulai semangat.
Dengan
banyak buat janji, adakan pertemuan, presentasi produk dan systemnya lama lama
banyak juga yang beli dan memakai produk. Dari yang sudah pakai dan ada
hasilnya mereka kebanyakan menanyakan bagaimana cara bisnisnya, akhirnya memicu
saya untuk semakin belajar lebih dalam tentang produk dan systemnya. Bisnis ini
dibutuhkan kemandirian untuk menghandle klien – klien yang memakai produk DSL.
Ada tantangan tersendiri dalam menjalankan bisnis DSL ini ada suka dan dukanya.
Sukanya saat pemakai kulitnya jadi bagus dan kinclong. Dukanya ada menangani
klien yang tidak sabar akan pemakaian produk, tetapi bagi saya ini tantangan
tersendiri dalam menjalankan bisnis DSL.
Dari
situ saya awal mula saya menjadi semangat dan ingin tahu tentang produk juga
cara pemasarannya lebih mendalam lagi akhirnya saya komit untuk menjadi
business builder di PT. DSI .
Philip Jaya Kusuma
Wirausaha